http://pay4shares.com/?share=37145

Daily Calendar

Rabu, 05 September 2012


BAB V GAMBAR STRUKTUR BETON



GAMBAR STRUKTUR BETON

STRUKTUR BETON KONVENSIONAL
Terdiri dari :
- balok
- kolom
- pelat
Angka-angka dimensi dapat dinyatakan :
Dalam meter : panjang balok, jarak antar balok, tinggi kolom, panjang dan lebar pelat
Dalam sentimeter : lebar dan tinggi balok, lebar dan tebal kolom, tebal pelat.
Dalam milimeter : diameter tulangan

TULANGAN BETON
  • Tulangan dapat berupa besi polos atau besi ulir.
  • Notasi untuk menyatakan ukuran yaitu besarnya diameter pada besi polos diberi notasi Ф dan pada besi ulir (deformed) dengan notasi D (huruf D besar).
  • Contoh penulisan :
  • 2Ф12 berarti 2 batang besi polos dengan diameter 12 mm
  • Ф14 – 200, berarti batang besi polos diameter 14 mm berjarak 200 mm
  • 5D20, berarti 5 batang besi berulir dengan diameter 20 mm
  • D20 – 150 berarti batang besi berulir diameter 20 berjarak 150 mm


BALOK BETON
  • Perletakan balok dapat bebas atau terjepit.
  • Penggambarannya dengan penampang memanjang dan beberapa penampang melintang sesuai dengan keperluan sehingga dapat menjelaskan penulangan yang diberikan.
  • Balok yang menahan balok anak atau pelat, maka balok anak atau pelat tidak digambarkan penulangannya tetapi daerahnya diberikan bayang-bayang (silhuet).

BALOK DI ATAS TUMPUAN BEBAS



BALOK DENGAN PELAT DI ATAS TUMPUAN JEPIT



KOLOM BETON
  • Kolom umumnya berbentuk persegipanjang, bujursangkar atau bulat.
  • Penulangannya dapat secara simetri atau mengelilingi sisinya.
  • Penyambungan penulangan dilaksanakan secara praktis pada permukaan suatu lantai atau di tengah kolom.
  • Tulangan di bagian bawah dibengkokkan ke dalam dulu dan menjadi stek dengan panjang kurang lebih 40 kali diameternya.


KOLOM DENGAN TULANGAN SIMETRI

PELAT BETON
  • Gambar pelat ditunjukkan dengan denah, potongan memanjang dan melintang
  • Pada denah pelat, tulangan digambarkan dengan bentuk setelah dibengkokkan tergeletak, tidak tampak atasnya, baik ke arah panjang maupun ke arah lebar.
  • Peletakan dapat bebas atau jepitan, baik pada 4 sisi maupun 2 sisi.
  • Tulangan di lapangan bentangan dibengkokkan ke atas pada tempat 1/5 bentangan, dan penambahan tulangan di tumpuan sepanjang ¼ bentangan.



PELAT DI ATAS 4 TUMPUAN BEBAS